Showing posts with label their stories. Show all posts
Showing posts with label their stories. Show all posts

Friday, August 7, 2009

Kepada Kamu Dengan Penuh Kebencian*

1 goodnight kisses
Kepada kamu,
Dengan penuh kebencian.

Aku benci jatuh cinta. Aku benci merasa senang bertemu lagi dengan kamu, tersenyum malu-malu, dan menebak-nebak, selalu menebak-nebak. Aku benci deg-degan menunggu kamu online. Dan di saat kamu muncul, aku akan tiduran tengkurap, bantal di bawah dagu, lalu berpikir, tersenyum, dan berusaha mencari kalimat-kalimat lucu agar kamu, di seberang sana, bisa tertawa. Karena, kata orang, cara mudah membuat orang suka denganmu adalah dengan membuatnya tertawa. Mudah-mudahan itu benar.

Aku benci terkejut melihat SMS kamu nongol di inbox-ku dan aku benci kenapa aku harus memakan waktu begitu lama untuk membalasnya, menghapusnya, memikirkan kata demi kata. Aku benci ketika jatuh cinta, semua detail yang aku ucapkan, katakan, kirimkan, tuliskan ke kamu menjadi penting, seolah-olah harus tanpa cacat, atau aku bisa jadi kehilangan kamu. Aku benci harus berada dalam posisi seperti itu. Tapi, aku tidak bisa menawar, ya?

Aku benci harus menerjemahkan isyarat-isyarat kamu itu. Apakah pertanyaan kamu itu sekadar pancingan atau retorika atau pertanyaan biasa yang aku salah artikan dengan penuh percaya diri? Apakah kepalamu yang kamu senderkan di bahuku kemarin hanya gesture biasa, atau ada maksud lain, atau aku yang-sekali lagi-salah mengartikan dengan penuh percaya diri?

Aku benci harus memikirkan kamu sebelum tidur dan merasakan sesuatu yang bergerak dari dalam dada, menjalar ke sekujur tubuh, dan aku merasa pasrah, gelisah. Aku benci untuk berpikir aku bisa begini terus semalaman, tanpa harus tidur. Cukup begini saja.

Aku benci ketika kamu menempelkan kepalamu ke sisi kepalaku, saat kamu mencoba untuk melihat sesuatu di handycam yang sedang aku pegang. Oh, aku benci kenapa ketika kepala kita bersentuhan, aku tidak bernapas, aku merasa canggung, aku ingin berlari jauh. Aku benci aku harus sadar atas semua kecanggungan itu…, tapi tidak bisa melakukan apa-apa.

Aku benci ketika logika aku bersuara dan mengingatkan, “Hey! Ini hanya ketertarikan fisik semata, pada akhirnya kamu akan tahu, kalian berdua tidak punya anything in common,” harus dimentahkan oleh hati yang berkata, “Jangan hiraukan logikamu.”

Aku benci harus mencari-cari kesalahan kecil yang ada di dalam diri kamu. Kesalahan yang secara desperate aku cari dengan paksa karena aku benci untuk tahu bahwa kamu bisa saja sempurna, kamu bisa saja tanpa cela, dan aku, bisa saja benar-benar jatuh hati kepadamu.

Aku benci jatuh cinta, terutama kepada kamu. Demi Tuhan, aku benci jatuh cinta kepada kamu. Karena, di dalam perasaan menggebu-gebu ini; di balik semua rasa kangen, takut, canggung, yang bergumul di dalam dan meletup pelan-pelan…

aku takut sendirian.

—

*Tulisan ini terdapat dalam buku Kepada Cinta (Gagasmedia, 2009), buku kumpulan surat cinta dari berbagai macam penulis. Selain memuat 25 cinta para pemenang Sayembara Menulis Surat Cinta GagasMedia 2008, ada juga surat cinta dari Adhitya Mulya, Christian Simamora, Andi Eriawan, Ita Sembiring dan penulis lainnya.

Saturday, July 25, 2009

Haash, putusin aja dia luh.

0 goodnight kisses
Aku nggak pernah tau apa yang ada di otakmu
Gimana bisa pacaran sama orang yang ketemu aja belom pernah?
Wow

Aku masih ingat ceritamu yang dulu:
Ada seseorang yang sms kamu
Katanya sih nggak sengaja,
salah sambung gitu
(dan bodohnya kamu menanggapinya)
Akhirnya kalian bersms ria
Kamu bilang "cuma temenan kok"
Ehm..

Beberapa minggu kemudian
Kamu bilang "aku udah jadian, cha"
Hah? Sama siapa?
Kagetnya aku,
Kamu jadian sama orang itu!
Si pengirim sms nyasar yang belom pernah kamu temui itu, teman
Kok bisa sih?
Mukanya aja nggak tau
Cuma lewat telfon dan sms!
Kenapa kamu mau jadian sama dia luh?
Kenapa? Kenapa?

Hari berlalu, bulan berganti
Kamu kembali bercurhat.
Katamu, "ternyata dia udah punya istri
Dan istrinya lagi hamil 7 bulan"

HAH!
Aku kaget.
Kamu lebih kaget.
Katamu, rasanya seperti tersambar petir!
Tuu kan, feelingku benar.
Sejak awal aku sudah merasakan ada yang nggak beres
Dia penipu, luh!! PENIPU!

Lalu kau kembali bercerita
Tentang 'cowok baru' yang kau kenal dari istri si penipu itu
"masih muda kok. Umurnya 20an. Tapi dia masa-depan-cerah, cha"
Uhm..

Okelah.
Semoga yang kali ini berakhir bahagia.
Tapi aku masih saja merasa aneh.

Lelaki itu selalu bilang, dia ingin menikahimu.
Tapi masalahnya, kamu baru kelas 3 sma.
Masa lulus sma mau nikah?
Kemana kau gantungkan masa depanmu, kawan?

Lalu kuusulkan saja untuk bertunangan
Tapi lelaki itu menolaknya,
dia bilang 'kalo disini tunangan itu udah boleh dibawa ke rumah'
uhm..

ah, cinta memang buta
setelah kau memutuskannya
(kupikir itu jalan yang terbaik)
Lelaki itu mengajak baikan
Kalian kembali berpacaran
Dan sepertinya masalah 'pernikahan' itu berhasil dikompromikan
Baguslah, aku ikut senang

Lalu semalam
Kau mengirimkan sms lelakimu padaku
: iya mksii..dh mndi yg..
Jjur aja sms sbnarx kk plng gg sk dr dl
cz nunggu blsan trus ktik tombol hurufx kcil2
duuh kk paling gg seneng dr dl yg namax sms
brlama2 kykx buang2 wktu tnggu dn bls smsx.
Wktu trbuang prcuma,mw krja yg laen dh gg bs

Ehm..
Kubaca sms itu berulang kali
Dan barulah aku mengerti maksudnya

Aku tak tega mengatakannya, kawan
Karena kau bilang (dan menurutku sendiri) kau sangat mencintainya
Sebenarnya
Lelaki itu ingin melepaskan diri darimu
Dia ingin menjauh darimu

Ini terlalu kasar, memang
Dan aku sendiri tak akan pernah mengatakannya padamu
Karna kau pasti akan terluka
Tapi lewat post ini, aku mau bilang
"Putusin aja dia luh.
Dia ga pantes dapetin kamu.
& hidupmu (mungkin) terlalu berharga untuk lelaki seperti dia."



*for galuh:
Udahlah luh, putusin aja. Kamu bakal dapet yang lebih baik dari dia, percaya deh.